Lingua Francas
Lingua franca adalah sebuah sistem linguistik
yang digunakan sebagai alat komunikasi semtara oleh para partisipan yang
mempunyai Pemilihan satu sistem linguistik menjadi sebuah lingua franca adalah
berdasarkan adanya kesalingpahaman di antara sesama mereka. Karena dasar
pemilihan lingua franca adalah keterpahaman atau kesalingpengertian dari para
partisipan yang digunakannya, maka bahasa apapun, baik sebuah langue, pijin
maupun kreol dapat menjadi sebuah lingua franca.
Definition Pidgin And Creoles
Pidgin dan kreol bahasa pada dasarnya bahasa
baru berasal dari kombinasi dua atau lebih bahasa. Karena ini adalah bahasa
baru, kosa kata mereka dan tata bahasa seringkali tergolong sederhana dan belum
sempurna di alam.
Pidgin è Bahasa pidgin
berkembang ketika dua penutur asli kelompok bahasa yang berbeda mencoba untuk
membuat sarana komunikasi. Kosakata ini terutama berasal dari salah satu bahasa
dan tidak memiliki seperangkat aturan tata bahasa stabil, terutama pada tahap
awal pengembangan.
CreolesèCreole bahasa berkembang ketika bahasa pidgin
menjadi bahasa asli bagi masyarakat dan anak-anak mulai belajar sebagai bahasa
pertama mereka. Meskipun sebagian besar berasal dari kosa kata bahasa lain,
telah mengembangkan set yang unik aturan tata bahasa.
SejarahèKebanyakan pidgin dan kreol bahasa berkembang
sebagai akibat dari ekspansi kolonial Eropa antara 1500 dan 1900. Akibatnya,
banyak pidgin dan kreol bahasa didasarkan pada bahasa Inggris, Spanyol dan
Perancis.
Contoh PidginèContoh bahasa pidgin Pidgin termasuk Nigeria,
Russenorsk, sebuah pidgin Rusia dan Norwegia, dan Fanagalo, sebuah pidgin
Afrika Selatan. Pidgin Hawaii telah berkembang menjadi apa yang banyak ahli
bahasa menyebut sekarang sebagai Hawaii Creole bahasa Inggris, meskipun masih
banyak pembicara menyebutnya sebagai Pidgin Hawaii.
Contoh CreoleèContoh bahasa kreol termasuk Haitian Creole,
bahasa berbasis Prancis; Jamaika Creole Inggris; Hawaii Creole Inggris; Angolar
Portugis Creole, dan Bislama, bahasa Inggris berbasis nasional Vanuatu.
Bahasa
pidgin juga bisa terbentuk karena adanya penjajahan. Misalnya pada bahasa
pidgin Karibia. Karena pulau-pulau tropis dijajah, masyarakatnya
direstrukturisasi, yaitu minoritas beberapa bangsa Eropa sebagai penguasa dan
sejumlah besar orang-orang non-Eropa sebagai buruh.Para buruh itu, baik penduduk asli ataupun budak, biasanya datang
dari kelompok yang berbahasa berbeda dan perlu berkomunikasi sehingga muncullah
bahasa pidgin.
Karena
bahasa pidgin terbentuk sebagai bahasa campuran dan hanya digunakan sebagai
alat komunikasi di antara mereka yang berbahasa ibu berbeda itu, bahasa pidgin
tidak memiliki standardisasi, otonomi, historisitas, dan vitalitas.
Creole
pada awalnya adalah orang keturunan Eropa yang lahir dan dibesarkan di suatu
koloni tropis. Creole adalah bahasa pidgin yang struktur dan kosa katanya telah
diperluas serta telah memiliki fungsi-fungsi yang diperlukan untuk menjadi
bahasa pertama.
Jika
bahasa creole telah bekembang, ia dapat berfungsi secara politis, pendidikan,
kesusastraan, administrasi, dan lain-lain. Bahasa creole bisa menjadi bahasa
standar, bahasa nasional, maupun bahasa resmi, misalnya Tok Pisin yang menjadi
bahasa resmi di Papua
New Guinea.
Dalam
masyarakat dengan pembagian
sosial yang masih kaku, bahasa creole bisa tetap menduduki fungsi L, di samping
bahasa H yang resmi disetujui, misalnya pada bahasa diglosiaHaiti. Jika bahasa
creole digunakan bersama bahasa standar dalam suatu masyarakat di mana
rintangan sosialnya (social barrier) bisa diatasi, bentuk-bentuk bahasa
creole cenderung berubah berdasarkan bahaasa standar itu. Proses ini disebut
decreolisasi. Pada akhirnya, akan ada rangkaian kesatuan (continuum)
ragam antara bahasa standar dan bahasa creole. Hal ini dikenal dengan nama post-creole continuum. Contohnya bisa
ditemukan di Jamaica dan Guyana.
The Origin
Dalam
masyarakat dengan pembagian
sosial yang masih kaku, bahasa creole bisa tetap menduduki fungsi L, di samping
bahasa H yang resmi disetujui, misalnya pada bahasa diglosiaHaiti. Jika bahasa
creole digunakan bersama bahasa standar dalam suatu masyarakat di mana
rintangan sosialnya (social barrier) bisa diatasi, bentuk-bentuk bahasa
creole cenderung berubah berdasarkan bahaasa standar itu. Proses ini disebut
decreolisasi. Pada akhirnya, akan ada rangkaian kesatuan (continuum)
ragam antara bahasa standar dan bahasa creole. Hal ini dikenal dengan nama post-creole continuum. Contohnya bisa
ditemukan di Jamaica dan Guyana.
Jika bahasa pidgin sudah cukup lama digunakan, bahasa pidgin menjadi lebih kaya
kosa kata dan strukturnya menjadi lebih kompleks, dan kemudian menjadi bahasa
creole. Bahasa creole mengembangkan cara-cara untuk menandakan makna seperti
bentuk waktu pada kata kerja, infleksi maupun afiks. Bahasa creole juga sudah
mempunyai penutur asli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar