Jumat, 26 Juli 2013

Rangkuman Lingua Francas


Lingua Francas
  Lingua franca adalah sebuah sistem linguistik yang digunakan sebagai alat komunikasi semtara oleh para partisipan yang mempunyai Pemilihan satu sistem linguistik menjadi sebuah lingua franca adalah berdasarkan adanya kesalingpahaman di antara sesama mereka. Karena dasar pemilihan lingua franca adalah keterpahaman atau kesalingpengertian dari para partisipan yang digunakannya, maka bahasa apapun, baik sebuah langue, pijin maupun kreol dapat menjadi sebuah lingua franca.
Definition Pidgin And Creoles

Pidgin dan kreol bahasa pada dasarnya bahasa baru berasal dari kombinasi dua atau lebih bahasa. Karena ini adalah bahasa baru, kosa kata mereka dan tata bahasa seringkali tergolong sederhana dan belum sempurna di alam.

Pidgin   è Bahasa pidgin berkembang ketika dua penutur asli kelompok bahasa yang berbeda mencoba untuk membuat sarana komunikasi. Kosakata ini terutama berasal dari salah satu bahasa dan tidak memiliki seperangkat aturan tata bahasa stabil, terutama pada tahap awal pengembangan.
CreolesèCreole bahasa berkembang ketika bahasa pidgin menjadi bahasa asli bagi masyarakat dan anak-anak mulai belajar sebagai bahasa pertama mereka. Meskipun sebagian besar berasal dari kosa kata bahasa lain, telah mengembangkan set yang unik aturan tata bahasa.
SejarahèKebanyakan pidgin dan kreol bahasa berkembang sebagai akibat dari ekspansi kolonial Eropa antara 1500 dan 1900. Akibatnya, banyak pidgin dan kreol bahasa didasarkan pada bahasa Inggris, Spanyol dan Perancis.
Contoh PidginèContoh bahasa pidgin Pidgin termasuk Nigeria, Russenorsk, sebuah pidgin Rusia dan Norwegia, dan Fanagalo, sebuah pidgin Afrika Selatan. Pidgin Hawaii telah berkembang menjadi apa yang banyak ahli bahasa menyebut sekarang sebagai Hawaii Creole bahasa Inggris, meskipun masih banyak pembicara menyebutnya sebagai Pidgin Hawaii.
Contoh CreoleèContoh bahasa kreol termasuk Haitian Creole, bahasa berbasis Prancis; Jamaika Creole Inggris; Hawaii Creole Inggris; Angolar Portugis Creole, dan Bislama, bahasa Inggris berbasis nasional Vanuatu.
Bahasa pidgin juga bisa terbentuk karena adanya penjajahan. Misalnya pada bahasa pidgin Karibia. Karena pulau-pulau tropis dijajah, masyarakatnya direstrukturisasi, yaitu minoritas beberapa bangsa Eropa sebagai penguasa dan sejumlah besar orang-orang non-Eropa sebagai buruh.Para buruh itu, baik penduduk asli ataupun budak, biasanya datang dari kelompok yang berbahasa berbeda dan perlu berkomunikasi sehingga muncullah bahasa pidgin.
Karena bahasa pidgin terbentuk sebagai bahasa campuran dan hanya digunakan sebagai alat komunikasi di antara mereka yang berbahasa ibu berbeda itu, bahasa pidgin tidak memiliki standardisasi, otonomi, historisitas, dan vitalitas.
Creole pada awalnya adalah orang keturunan Eropa yang lahir dan dibesarkan di suatu koloni tropis. Creole adalah bahasa pidgin yang struktur dan kosa katanya telah diperluas serta telah memiliki fungsi-fungsi yang diperlukan untuk menjadi bahasa pertama.
Jika bahasa creole telah bekembang, ia dapat berfungsi secara politis, pendidikan, kesusastraan, administrasi, dan lain-lain. Bahasa creole bisa menjadi bahasa standar, bahasa nasional, maupun bahasa resmi, misalnya Tok Pisin yang menjadi bahasa resmi di Papua New Guinea.
Dalam masyarakat dengan pembagian sosial yang masih kaku, bahasa creole bisa tetap menduduki fungsi L, di samping bahasa H yang resmi disetujui, misalnya pada bahasa diglosiaHaiti. Jika bahasa creole digunakan bersama bahasa standar dalam suatu masyarakat di mana rintangan sosialnya (social barrier) bisa diatasi, bentuk-bentuk bahasa creole cenderung berubah berdasarkan bahaasa standar itu. Proses ini disebut decreolisasi. Pada akhirnya, akan ada rangkaian kesatuan (continuum) ragam antara bahasa standar dan bahasa creole. Hal ini dikenal dengan nama post-creole continuum. Contohnya bisa ditemukan di Jamaica dan Guyana.
The Origin
Dalam masyarakat dengan pembagian sosial yang masih kaku, bahasa creole bisa tetap menduduki fungsi L, di samping bahasa H yang resmi disetujui, misalnya pada bahasa diglosiaHaiti. Jika bahasa creole digunakan bersama bahasa standar dalam suatu masyarakat di mana rintangan sosialnya (social barrier) bisa diatasi, bentuk-bentuk bahasa creole cenderung berubah berdasarkan bahaasa standar itu. Proses ini disebut decreolisasi. Pada akhirnya, akan ada rangkaian kesatuan (continuum) ragam antara bahasa standar dan bahasa creole. Hal ini dikenal dengan nama post-creole continuum. Contohnya bisa ditemukan di Jamaica dan Guyana. Jika bahasa pidgin sudah cukup lama digunakan, bahasa pidgin menjadi lebih kaya kosa kata dan strukturnya menjadi lebih kompleks, dan kemudian menjadi bahasa creole. Bahasa creole mengembangkan cara-cara untuk menandakan makna seperti bentuk waktu pada kata kerja, infleksi maupun afiks. Bahasa creole juga sudah mempunyai penutur asli.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar