Jumat, 26 Juli 2013

Proses pemerolehan bahasa

3.1       The stages of-first language acquisition
Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa ibunya. Proses-proses ketika anak sedang memperoleh bahasa ibunya terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran , kedua aspek kompetensi. Bila kita mengamati perkembangan kemampuan berbahasa anak, kita akan terkesan dengan pemerolehan bahasa anak yang berjenjang dan teratur. Pada usia satu tahun anak mulai mengucapkan kata-kata pertamanya yang terdiri dari satu kata yang kadang-kadang tidak jelas tetapi sesungguhnya bermakna banyak. Contoh anak mengucapkan kata “makan”, maknanya mungkin ingin makan, sudah makan, lapar atau mungkin makanannya tidak enak, dsb. Pada perkembangan berikutnya mungkin anak sudah dapat mengucapkan dua kata, contoh, “mama masak”, yang maknanya dapat berarti: ibu masak, ibu telah masak, atau ibu akan masak sesuatu. Uraian di atas adalah contoh singkat bagaimana seorang anak menguasai bahasa hingga enam tahun. Proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal itulah yang disebut dengan pemerolehan bahasa anak. Pada masa perolehan bahasa tersebut, bahasa anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk atau struktur bahasanya.
3.1.1    Sound and intonation
Tahap  Perkembangan Bahasa
Usia 
Meraban/mengoceh
6 bulan
Pola intonasi
8 bulan
Tuturan satu kata
1 tahun
Tuturan dua kata
18 bulan
Infleksi kata
2 tahun
Kalimat tanya dan ingkar
2 ¼ tahun
Konstruksi yang jarang dan kompleks
5 tahun
Tuturan yang matang
10 tahun

Anak menggunakan Bunyi-Bunyi Yang telah dipelajarinya Artikel Baru Bunyi-Bunyi Yang belum dipelajari, misalnya menggantikan Bunyi / l / yang sudah dipelajari Artikel Baru Bunyi / r / yang belum dipelajari. Pada khir periode berceloteh, Anak sudah mampu mengendalikan intonasi, modulasi nada, Dan kontur bahasa Yang dipelajarinya.

3.1.2. Word and Meaning
Anak menggunakan kata-kata tertentu berdasarkan kesamaan Gerak, ukuran, bentuk Dan. Misalnya, Anak sudah mengetahui makna kata jam. Awalnya Anak hanya mengacu pada Jam Tangan orangutan tuanya, namun kemudian dia memakai kata tersebut untuk  Semua jenis jam.

3. 1.3 Syntactic development
Anak-Anak mengembangkan tingkat gramatikal Kalimat Yang dihasilkan melalui beberapa tahap, yaitu melalui peniruan, melalui penggolongan morfem, Dan melalui penyusunan Artikel Baru Cara menempatkan kata-kata secara Bersama-sama untuk membentuk Kalimat.
.
3.1.4 Comumunicative devolepment
Pada usia 3 tahun Anak sudah membentuk beberapa morfem Yang menunjukkan fungsi gramatikal nomina Dan verba Yang digunakan. Kesalahan gramatika sering terjadi pada tahap inisial karena Anak Masih berusaha mengatakan apa  Yang ingin dia sampaikan. Anak Terus memperbaiki bahasanya sampai usia 10 tahun

3.2. Two explanatory theories

3.2.1 Teori Behaviorisme( Nurture) (bisa dilatih)

Teori behaviorisme menyoroti aspek perilaku kebahasaan Yang dapat diamati Langsung dan hubungan antara  rangsangan (stimulus) Dan reaksi (respon). Teori behaviorisme mangatakan bahwa semua ilmu dapat disederhanakan menjadi hubungan stimulus –respon. Hal tersebut tidak benar karean tidak semua perilaku berasal dari stimulus-response

3.2.2 Teori Nativisme(nature) (sebagi sesuatu yang sudah ada)
Chomsky merupakan penganut nativisme. Pendapat Chomsky didasarkan pada  asumsi,perilaku berbahsa adalah sesuatu yang diturunkan (genetic),setipa bahasa memiliki pola perkembngan yang sama, lingkungan memiliki peran yang kecil dalam proses pematangan bahasa.Menurut aliran ini bahasa adalah sesuatu yang kompleks dan rumit sehingga mustahil dapat dikuasai dalam waktu singkat melalui “peniruan “.Nativisme juga percaya bahwa setiap manusia lahir sudah dibekali dengan suatu alat untuk memperoleh bahasa (Language acquisition device,disingkat LAD).

3.3 Bilingualism( orang yang memiliki kemampuan menggunakan 2 bahasa berbeda,bahasa ibu dan bahasa kedua)

3.3.1. The nature of bilingualism
secara harfiah kedwibahasaan adalah kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian. Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Pertama, bahasa ibunya sendiri atau bahasa pertamanya (disingkat B1), dan yang kedua adalah bahasa lain yang menjadi bahasa keduanya (disingkat B2).

3.3.2. Are first-language and second language aquition the same?
Perbedaan pemerolahan bahasa dan belajar 
·         PEMEROLEHAN BAHASA Bersifat subsadar Alamiah Pemerolehan bahasa tidak pernah menyadari bahwa dia memperoleh bahasa . CIRI BELAJAR BAHASA PERTAMA berlangsung sejak lahir Lingkungan keluarga sangat menentukan Motivasi ada karena kebutuhan Waktu banyak untuk mencoba bahasa Siterdidik mempunyai banyak waktu untuk berkomunikasi
·         Sedangakan,BELAJAR BAHASA Bersifat sadar Ilmiah Pembelajaran bahasa dengan sadar dan sengaja mempelajari suatu bahasa. belajar bahasa adalah proses seseorang menerima sebuah bahasa lain setelah lebih dulu menerima bahasa pertama Bahasa kedua biasanya dipelajari secara sengaja Motivasi bahasa kedua tidak sekuat bahasa pertama Waktu memperlajarinya terbatas Anak tidak begitu banyak waktu untuk mencoba bahasa dalam kehidupan sehari-hari. CIRI BELAJAR BAHASA KEDUA Belajar bahasa disengaja Berlangsung saat siterdidik berada di sekolah Lingkungan sekolah sangat menentukan Motivasi siterdidik untuk mempelajarinya tidak sekuat memperlajari bahasa pertama Waktu terbatas Siterdidik tidak mempunyai banyak waktu utnuk mempraktikan bahasa yang dipelajari Bahasa pertama mempengaruhi proses belajar bahasa kedua Disediakan alat bantu belajar Ada orang yang mengorganisasikannya yaitu guru
3.3.3  Approaches to teaching
PENDEKATAN BELAJAR BAHASA PERTAMA Grammar Komunikasi Belajar menyenangkan Panggilan kreativitas Berpusat pada siswa Audiolingual
PENDEKATAN BELAJAR BAHASA KEDUA Behavioristik (perubahan tingkah laku yang diamati atau diukur) Kognitif (rasio-target diperoleh melalui pembicara) Humanistik (peranan lingkungan dan faktor-faktor kognitif dalam belajar bahasa)
3.3.4 Attitude and motivation
Salah satu alas an untuk belajar bahasa adalah ketertarikan akan bahasa tersebut.
Sikap anak terhadap sekolah sangat besar pengaruhnya terhadap berhasil tidaknya pendidikan anak-anak di sekolah. Sikap yang positif terhadap sekolah, guru-guru, maupun terhadap teman-teman akan merupakan dorongan yang besar bagi anak untuk mengadakan hubungan yang baik. Dengan adanya hubungan yang baik, dapat melancarkan proses pendidikan di sekolah. Sebaliknya sikap yang negatif akan menyebabkan terjadinya hubungan yang tidak harmonis dan hanya akan merugikan anak itu sendiri . 

3.3.5 is bilingualisme harmful?


Dwibahasa banyak membawa mamfaat dibidang komunikasi dan pendidikan. Meskipun terkadang dengan menguasai dwibahasa kita kadang melupakan bahasa pertama atau bahasa ibu dan lebih cenderung menggunakan bahasa kedua. Banyak orang memiliki kapasitas untuk belajar bahasa kedua. Ini mungkin bahasa lain di negara yang sama atau bahasa yang sama sekali berbeda dari negara lain. Saat ini, beberapa lembaga dan sekolah-sekolah yang menawarkan kursus bahasa asing yang bermunculan di seluruh dunia. Beberapa sekolah tinggi dan Universitas termasuk beberapa kursus bahasa asing dalam silabus akademik mereka biasa juga. Sementara belajar bahasa lain, Anda perlu memahami dasar dengan tata bahasa dan meningkatkan kosa kata. Menjadi dwibahasa menawarkan kepekaan yang besar terhadap bahasa, lebih fleksibel dalam pemikiran dan telinga yang lebih baik untuk mendengarkan. Ini juga meningkatkan pemahaman seseorang untuk bahasa 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar