3.1 The
stages of-first language acquisition
Pemerolehan bahasa (language
acquisition) adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak
ketika memperoleh bahasa ibunya. Proses-proses ketika anak sedang memperoleh
bahasa ibunya terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri
dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran , kedua aspek kompetensi. Bila kita
mengamati perkembangan kemampuan berbahasa anak, kita akan terkesan dengan
pemerolehan bahasa anak yang berjenjang dan teratur. Pada usia satu tahun anak
mulai mengucapkan kata-kata pertamanya yang terdiri dari satu kata yang
kadang-kadang tidak jelas tetapi sesungguhnya bermakna banyak. Contoh anak
mengucapkan kata “makan”, maknanya mungkin ingin makan, sudah makan, lapar atau
mungkin makanannya tidak enak, dsb. Pada perkembangan berikutnya mungkin anak
sudah dapat mengucapkan dua kata, contoh, “mama masak”, yang maknanya dapat
berarti: ibu masak, ibu telah masak, atau ibu akan masak sesuatu. Uraian di
atas adalah contoh singkat bagaimana seorang anak menguasai bahasa hingga enam
tahun. Proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal
itulah yang disebut dengan pemerolehan bahasa anak. Pada masa perolehan bahasa
tersebut, bahasa anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk
atau struktur bahasanya.
3.1.1 Sound and intonation
|
Tahap Perkembangan
Bahasa
|
Usia
|
|
Meraban/mengoceh
|
6 bulan
|
|
Pola intonasi
|
8 bulan
|
|
Tuturan satu kata
|
1 tahun
|
|
Tuturan dua kata
|
18 bulan
|
|
Infleksi kata
|
2 tahun
|
|
Kalimat tanya dan ingkar
|
2 ¼ tahun
|
|
Konstruksi yang jarang dan kompleks
|
5 tahun
|
|
Tuturan yang matang
|
10 tahun
|
Anak menggunakan
Bunyi-Bunyi Yang telah dipelajarinya Artikel Baru Bunyi-Bunyi Yang belum
dipelajari, misalnya menggantikan Bunyi / l / yang sudah dipelajari Artikel
Baru Bunyi / r / yang belum dipelajari. Pada khir periode berceloteh, Anak
sudah mampu mengendalikan intonasi, modulasi nada, Dan kontur bahasa Yang
dipelajarinya.
3.1.2. Word and Meaning
Anak menggunakan
kata-kata tertentu berdasarkan kesamaan Gerak, ukuran, bentuk Dan. Misalnya,
Anak sudah mengetahui makna kata jam. Awalnya Anak hanya mengacu pada Jam
Tangan orangutan tuanya, namun kemudian dia memakai kata tersebut untuk Semua jenis jam.
3. 1.3 Syntactic
development
Anak-Anak mengembangkan tingkat
gramatikal Kalimat Yang dihasilkan melalui beberapa tahap, yaitu melalui
peniruan, melalui penggolongan morfem, Dan melalui penyusunan Artikel Baru Cara
menempatkan kata-kata secara Bersama-sama untuk membentuk Kalimat.
.
3.1.4 Comumunicative devolepment
Pada usia 3 tahun Anak
sudah membentuk beberapa morfem Yang menunjukkan fungsi gramatikal nomina Dan
verba Yang digunakan. Kesalahan gramatika sering terjadi pada tahap inisial
karena Anak Masih berusaha mengatakan apa
Yang ingin dia sampaikan. Anak Terus memperbaiki bahasanya sampai usia
10 tahun
3.2. Two explanatory theories
3.2.1 Teori Behaviorisme( Nurture) (bisa dilatih)
Teori behaviorisme
menyoroti aspek perilaku kebahasaan Yang dapat diamati Langsung dan hubungan
antara rangsangan (stimulus) Dan reaksi
(respon). Teori behaviorisme mangatakan bahwa semua ilmu dapat disederhanakan
menjadi hubungan stimulus –respon. Hal tersebut tidak benar karean tidak semua
perilaku berasal dari stimulus-response
3.2.2 Teori Nativisme(nature) (sebagi sesuatu yang sudah
ada)
Chomsky merupakan
penganut nativisme. Pendapat Chomsky didasarkan pada asumsi,perilaku berbahsa adalah sesuatu yang
diturunkan (genetic),setipa bahasa memiliki pola perkembngan yang sama,
lingkungan memiliki peran yang kecil dalam proses pematangan bahasa.Menurut
aliran ini bahasa adalah sesuatu yang kompleks dan rumit sehingga mustahil
dapat dikuasai dalam waktu singkat melalui “peniruan “.Nativisme juga percaya
bahwa setiap manusia lahir sudah dibekali dengan suatu alat untuk memperoleh
bahasa (Language acquisition device,disingkat LAD).
3.3 Bilingualism(
orang yang memiliki kemampuan menggunakan 2 bahasa berbeda,bahasa ibu dan
bahasa kedua)
3.3.1. The nature of bilingualism
secara
harfiah kedwibahasaan adalah kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih secara
bergantian. Untuk dapat
menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu.
Pertama, bahasa ibunya sendiri atau bahasa pertamanya (disingkat B1), dan yang
kedua adalah bahasa lain yang menjadi bahasa keduanya (disingkat B2).
3.3.2.
Are first-language and second language aquition the same?
Perbedaan pemerolahan
bahasa dan belajar
·
PEMEROLEHAN BAHASA Bersifat subsadar Alamiah Pemerolehan
bahasa tidak pernah menyadari bahwa dia memperoleh bahasa . CIRI BELAJAR BAHASA
PERTAMA berlangsung sejak lahir Lingkungan keluarga sangat menentukan Motivasi
ada karena kebutuhan Waktu banyak untuk mencoba bahasa Siterdidik mempunyai
banyak waktu untuk berkomunikasi
·
Sedangakan,BELAJAR BAHASA Bersifat sadar Ilmiah Pembelajaran
bahasa dengan sadar dan sengaja mempelajari suatu bahasa. belajar bahasa adalah
proses seseorang menerima sebuah bahasa lain setelah lebih dulu menerima bahasa
pertama Bahasa kedua biasanya dipelajari secara sengaja Motivasi bahasa kedua tidak
sekuat bahasa pertama Waktu memperlajarinya terbatas Anak tidak begitu banyak
waktu untuk mencoba bahasa dalam kehidupan sehari-hari. CIRI BELAJAR BAHASA
KEDUA Belajar bahasa disengaja Berlangsung saat siterdidik berada di sekolah
Lingkungan sekolah sangat menentukan Motivasi siterdidik untuk mempelajarinya
tidak sekuat memperlajari bahasa pertama Waktu terbatas Siterdidik tidak
mempunyai banyak waktu utnuk mempraktikan bahasa yang dipelajari Bahasa pertama
mempengaruhi proses belajar bahasa kedua Disediakan alat bantu belajar Ada
orang yang mengorganisasikannya yaitu guru
3.3.3 Approaches to teaching
PENDEKATAN BELAJAR BAHASA
PERTAMA Grammar Komunikasi Belajar menyenangkan Panggilan kreativitas Berpusat
pada siswa Audiolingual
PENDEKATAN BELAJAR BAHASA KEDUA Behavioristik (perubahan
tingkah laku yang diamati atau diukur) Kognitif (rasio-target diperoleh melalui
pembicara) Humanistik (peranan lingkungan dan faktor-faktor kognitif dalam
belajar bahasa)
3.3.4 Attitude and motivation
Salah satu alas an untuk belajar bahasa
adalah ketertarikan akan bahasa tersebut.
Sikap anak terhadap sekolah sangat besar
pengaruhnya terhadap berhasil tidaknya pendidikan anak-anak di sekolah. Sikap
yang positif terhadap sekolah, guru-guru, maupun terhadap teman-teman akan
merupakan dorongan yang besar bagi anak untuk mengadakan hubungan yang baik.
Dengan adanya hubungan yang baik, dapat melancarkan proses pendidikan di
sekolah. Sebaliknya sikap yang negatif akan menyebabkan terjadinya hubungan
yang tidak harmonis dan hanya akan merugikan anak itu sendiri .
3.3.5
is bilingualisme harmful?
Dwibahasa
banyak membawa mamfaat dibidang komunikasi dan pendidikan. Meskipun terkadang
dengan menguasai dwibahasa kita kadang melupakan bahasa pertama atau bahasa ibu
dan lebih cenderung menggunakan bahasa kedua. Banyak orang memiliki kapasitas
untuk belajar bahasa kedua. Ini mungkin bahasa lain di negara yang sama atau
bahasa yang sama sekali berbeda dari negara lain. Saat ini, beberapa lembaga
dan sekolah-sekolah yang menawarkan kursus bahasa asing yang bermunculan di
seluruh dunia. Beberapa sekolah tinggi dan Universitas termasuk beberapa kursus
bahasa asing dalam silabus akademik mereka biasa juga. Sementara belajar bahasa
lain, Anda perlu memahami dasar dengan tata bahasa dan meningkatkan kosa kata.
Menjadi dwibahasa menawarkan kepekaan yang besar terhadap bahasa, lebih
fleksibel dalam pemikiran dan telinga yang lebih baik untuk mendengarkan. Ini
juga meningkatkan pemahaman seseorang untuk bahasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar